Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan


RESENSI NOVEL “PERAHU KERTAS”

 PADA november 10, 2013
I. Identitas Buku
      Judul buku         : Perahu Kertas
      Penulis               : Dewi Lestari “Dee”
     ISBN                 : 978-979-1227-78-0
     Penerbit              : Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
     Editor                 : Hermawan Aksan
     Cetakan              : I, Agustus 2009
     Tebal                  : XII + 444 halaman; 20 cm
     Tahun Terbit        : 2010
     Jumlah Halaman  : 444 halaman
     Harga                  : Rp 69.000,-
     Cover                 :
tes
II. Sekilas Tentang Penulis
iiDewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumni SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.
Salah satu novel karya Dee yang sangat laris adalah Perahu Kertas. Perahu Kertas merupakan novel keenam Dee. Setelah sukses memikat hati para pembaca dengan buku tritologi Supernova-nya, Dee meluncurkan sebuah novel berjudul Perahu Kertas, yang sempat mati suri selama sebelas tahun karena dilupakan. Namun, akhirnya, novel ini berhasil diselesaikan dalam waktu 55 hari berkat kegigihan dan kenekatan seorang Dee.
III. Cerita Singkat
Dimulai dari kisah seorang remaja bernama Keenan, yang baru saja lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal bersama neneknya di Amsterdam. Namun karena perjanjian dengan ayahnya, Keenan terpaksa pulang ke Indonesia dan berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi. Sementara Keenan sendiri sangat tidak menginginkannya dan lebih memilih untuk menjadi seorang pelukis dibandingkan seorang businessman. Keenan memiliki bakat melukis yang kuat dari ibunya dan dia tidak mempunyai cita-cita lain selain menjadi pelukis.
Sementara, di sisi lain, ada Kugy, seorang gadis unik yang cenderung banyak kejutan di dalam kehidupannya. Kugy juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan.
Tak jauh berbeda dengan Keenan, Kugy pun mempunyai cita-citanya sendiri, yaitu menjadi juru dongeng. Kugy sangat menggilai dongeng. Tak hanya mengkoleksi buku-buku dongeng dan punya taman bacaan, Kugy juga sangat senang menulis dongeng. Walaupun Kugy yakin menjadi seorang juru dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan yang akan diterima dengan mudah oleh khalayak umum. Akan tetapi, Kugy tak ingin lepas begitu saja dari dunia tulis menulis, Kugy lantas meneruskan pendidikannya di Fakultas Sastra. Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko merupakan sepupu Keenan. Sementara Noni merupakan teman Kugy sejak mereka berdua masih kecil. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan saling mengagumi dan tanpa mereka sadari mereka saling jatuh cinta, tanpa pernah ada kesempatan untuk saling mengungkapkan, dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan.  Kugy sudah mempunyai pacar bernama Ojos (panggilan yang semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu sedang dicomblangkan oleh Wanda, seorang kurator muda, yang merupakan sepupu Noni. Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang sejak adanya Wanda.
Kugy lantas menjalani kegiatannya yang baru dan sibuk dengan kegiatan itu, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah Kugy bertemu dengan Pilik, muridnya yang nakal namun kelihatan cerdas. Pilik dan kawan-kawannya berhasil ditaklukan oleh Kugy dengan cara, ia membuatkan mereka kisah petualangan dengan mereka sebagai tokohnya, yang diberi judul: Jendral Pilik dan Pasukan Alit.  Kugy menuliskan kisah petualangan murid-muridnya itu di sebuah buku tulis, yang kelak diberikan kepada Keenan.
Hubungan Keenan dan Wanda yang semula mulus, akhirnya hancur dalam semalam. Begitu juga dengan impian Keenan yang selama ini ia bangun dan perjuangkan, kandas dengan cara yang mengejutkan bersamaan dengan hancurnya hubungan ia dengan Wanda. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan keluarganya di Jakarta, lalu pergi ke Ubud dan tinggal bersama Pak Wayan yang merupakan sahabat ibunya.
Hari-hari bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman yang cukup disegani di Bali, sedikit demi sedikit mulai mengobati hati Keenan. Sosok yang sangat berpengaruh dalam penyembuhannya yaitu Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan pun akhirnya mulai bisa melukis lagi. Berbekal kisah petualangan Jendral Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan oleh Kugy, Keenan membuat lukisan-lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para korektor.
Kugy, yang kesepian dan kehilangan sahabat-sahabatnya di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia cepat-cepat lulus kuliah dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywritter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius Aditya, atasan yang sekaligus sahabat abangnya, Karel. Dengan cara yang tak terduga karier Kugy naik daun dan menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu karena pemikirannya yang ajaib dan serba spontan.
Namun sosok Remigius tidak melihat Kugy dari sisi itu. Remi menyukai Kugy tidak hanya dari ide-idenya, tapi juga semangat dan sisi keunikan Kugy. Dan akhirnya Remi pun harus mengakui bahwa ia jatuh hati kepada Kugy. Sebaliknya, ketulusan Remi meluluhkan hati Kugy dan membuatnya memilih Remi.
Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, memaksanya untuk pulang ke Jakarta dan harus menjalankan perusahaan ayahnya karena tidak mempunyai pilihan lain. Pertemuan antara Keenan dan Kugy tidak bisa terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi dan bercanda seperti masa-masa jayanya dulu. Semuanya dengan kondisi yang berbeda. Dan kembali hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa memasrahkan dirinya kemana aliran cinta membawanya.
IV. Unsur Intrinsik
  1. Tema
Tema yang diangkat tentang persahabatan, cinta, dan kekeluargaan.
  1.  Alur
Jika dilihat dari jalan ceritanya, novel ini menggunakan alur cerita maju-mundur.
  1. Sudut Pandang
Dalam Novel Perahu Kertas ini, sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal. 
  1. Penokohan
Penggambaran tokoh dalam novel ini begitu kreatif dan jelas. Terdapat tokoh yang memegang peran dominan dalam novel ini yaitu protagonis dan titragonis
  1. Gaya Bahasa
Kata-kata yang ditulis ringan dan gaya bahasanya sangat menyesuaikan denganperkembangan masyarakat modern. Selain itu, bahasa yang digunakan juga memiliki makna dan berisi.
V. Kelebihan dan Kekurangan Novel
  1. Kelebihan
Novel ke enam karya Dewi Lestari atau yang sering dikenal “dee” ini menurut saya sangat menarik. Dimana novel ini mengulas tema persahabatan yang serat akan konflik yang menghanyutkan untuk para pembacanya. Dikemas dengan gaya bahasa yang lugas dan ringan serta sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang menjaikan novel ini dapat mudah dimengerti dan diniikmati oleh pembaca pada berbagai lapisan usia.
Novel ini begitu edukatif dikarenakan kita bisa banyak belajar dari novel ini. Mulai dari bagaimana kita harus tetap semangat dalam meraih mimpi-mimpi kita. Selain itu, novel ini juga penuh akan nilai-nilai positif serta makna kehidupan yang tidak hanya bercerita tentang remaja pada umumnya, tetapi bercerita tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal.  Dengan pelukisan latar waktu dan tempat yang sangat mendetail tetapi tidak berlebihan, menambah daya tarik dari novel in dan membuat seolah pembaca ikut terlibat di dalamnya.
Sekilas novel Perahu Kertas tampak standar dan biasa-biasa saja karena bertemakan tentang cinta.  Tetapi tidak hanya bererita tentang cinta namun banyak unsur lain yang mendukung dan kuat dalam novel ini yang membuat novel ini begitu inspiratif dan edukatif, seperti tentang mimpi, persahabatan, dan kekeluargaan.
Penggambaran tokoh, latar, dan alur yang begitu kreatif dan jelas membuat para pembaca novel Perahu Kertas tidak segan-segan untuk bermain dengan dunia imajinasinya dan membayangkan secara nyata apa yang terjadi dalam ceritanya.
  1. Kekurangan
Dalam novel ini, penggambaran cerita banyak menggunakan setting tempat sehingga sangat dapat beresiko pembaca akan menjadi bingung dalam memahami latar tempat cerita tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman dan konsentrasi tinggi untuk para pembacanya.
Pada beberapa bagian cerita, terdapat cerita yang monoton sehingga timbul kesan kurang menarik dantimbul kebosanan pembaca dalam mendalami novel.

Resensi Novel The Hunger Games

Judul: The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Oktober 2009
Tebal: 408 Halaman

Membunuh atau dibunuh. Itulah aturan sederhana dari acara tahunan Hunger Games. Di suatu masa depan, Amerika Utara musnah lalu berdirilah negara Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Awalnya, Capitol dikelilingi 13 distrik. Namun, suatu ketika terjadi pemberontakan melawan Capitol dan berakibat musnahnya Distrik 13. Sebagai pengingat akan kekuasaan ibu kota, Capitol mengadakan acara televisi The Hunger Games setiap tahun di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati. Dua puluh empat peserta setiap tahun dan hanya akan ada satu pemenang. Acara tersebut disiarkan live di seluruh Panem.
Katniss Everdeen, 16, adalah gadis yang tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, Primrose Everdeen. Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara. Sejak kematian ayahnya dalam ledakan di tambang, Katniss mengambil alih sebagai kepala keluarga. Setiap hari ia berburu bersama sahabat laki-lakinya, Gale. Pada saat pengambilan undian Hunger Games ke-74, nama Primrose terpilih sebagai peserta. Secara spontan, Katniss bersedia menggantikan posisi adiknya. Bersama anak laki-laki terpilih dari distrik 12 bernama Peeta Mellark, Katniss menyuguhkan acara The Hunger Games yang tak terlupakan untuk warga Panem.
Alur cerita novel ini tergolong sederhana. Yang membuat The Hunger Games menarik adalah karakter tokoh dan detil aksi yang intens. Katniss adalah pemburu yang berpengalaman, akrab dengan alam, dan sangat mandiri. Negara Panem melarang perburuan di Distrik 12 sehingga wilayah itu dikelilingi pagar berarus listrik. Namun Katniss dan Gale selalu lolos dan berhasil membawa hasil buruan untuk dimakan atau ditukar dengan kebutuhan lain untuk keluarga mereka. Keahlian berburu dan pengalaman Katniss lah yang membuat jalan cerita saat pertarungan menjadi menarik.
Selain aksi, novel ini mengangkat kehidupan pribadi Katniss untuk ditonjolkan pada sisi drama. Apalagi novel ini bertutur menggunakan sudut pandang Katniss. Penulis menyoroti peran Katniss sebagai kepala keluarga di usia belia dan rasa sayangnya kepada Prim, si bungsu. Begitu juga dengan keraguan perasaan Katniss terhadap Gale. Ditambah lagi dengan pengakuan Peeta yang ternyata menyukai Katniss sejak hari pertama sekolah. Hubungan Katniss-Peeta banyak diolah sejak acara The Hunger Games dimulai. Hubungan ini pula yang membuat pembaca mengira-ngira motivasi Peeta yang sesungguhnya.
Edisi terjemahan dari Gramedia dikerjakan dengan baik. Alih bahasanya mulus dan minim typo. Sampulnya mengadopsi versi asli yang menurut saya kurang eye catching. The Hunger Games adalah buku pertama dari trilogi. Sekuelnya adalah Catching Fire dan Mockingjay. Penulisnya, Suzanne Collins mengategorikan novel ini untuk konsumsi Young Adult. Sebelum menulis The Hunger Games, Collins bekerja untuk Nickelodeon. Novel ini meraih berbagai penghargaan dan menjadi New York Times bestseller. Adaptasi film The Hunger Games dijadwalkan akan rilis pada Maret 2012 dengan Jennifer Lawrence sebagai Katniss.
Tinjauan Bahasa: Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah bahasa terjemahan ke bahasa Indonesia.
Kontroversi: Dibalik kesuksesannya, cerita The Hunger Games sendiri juga tak lepas dari kritikan. Ceritanya dianggap terlalu mengekspos adegan kekerasan dan tak cocok untuk dibaca anak muda. Novel ini berada di urutan kelima dalam daftar American Library Association untuk buku yang paling ditentang pada tahun 2010, dengan alasan: seksualitas, tidak cocok untuk kelompok umur remaja, dan kekerasan.
Selain itu, The Hunger Games juga dikritik karena kemiripannya dengan novel Jepang tahun 1999, Battle Royale karangan Koushun Takami. Kemiripan tersebut terlihat dari temanya, yaitu harus saling membunuh hingga tertinggal satu orang lagi yang menjadi pemenangnya. Tapi Collins membantahnya, menurutnya, dia sama sekali tidak pernah mendengar novel ataupun penulis tersebut sampai novelnya diterbitkan.
Saran:
Hal yang patut dicatat dalam novel ini adalah penulis berhasil menyajikan dunia baru, tanpa penyihir, naga, ksatria, dan lain sebagainya. Terasa menyegarkan mengingat setelah era Harry Potter, dunia perbukuan dibanjiri cerita fantasi dengan negeri antah berantah. Di novel ini hanya ada anak-anak yang diuji ketangguhan dan kreativitasnya untuk bertahan hidup. Mengerikan memang, namun idenya keren, alurnya tegang dari awal hingga akhir.
Copyright © 2013 Informasi Cepat Mudah